Pergaulan dan Kesukaan akan Firman
- timotiustabe
- Feb 1
- 2 min read
Mazmur 1:1-6 TB
[1] Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, [2] tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. [3] Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. [4] Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. [5] Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; [6] sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Memahami Mazmur Ini
Mazmur ini memperlihatkan bagaimana ada perbedaan mendasar antara seorang yang disebut "benar" dan seorang lagi yang disebut "fasik." Perbedaan tersebut terletak pada "kesukaan akan Taurat Tuhan" kemudian "Merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam." Penggambaran Mazmur ini menunjukkan bahwa hubungan dengan Taurat Tuhan memberikan perbedaan yang sangat radikal antara orang benar dan orang fasik.
Tuhan Memberi Firman untuk Pertumbuhan Kita
Merenungkan Mazmur ini membuat kita dapat semakin dalam melihat bahwa Tuhan memberikan akses bagi kita untuk tetap terhubung, dan bertumbuh di dalam Tuhan, yaitu dengan menyukai dan merenungkan Taurat Tuhan. Lebih jauh lagi, Mazmur ini menunjukkan bagaimana Tuhan mengenal orang-orang benar yang demikian. Ini menunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan adalah satu kesatuan dengan relasi terhadap Alkitab.
Orang Benar dan Orang Fasik
Setelah melihat bahwa kesukaan dan perenungan akan Taurat Tuhan sebagai indikator yang membedakan orang benar dan orang fasik, selanjutnya kita perlu melihat bagaimana hal tersebut memberi pengaruh dalam kehidupan mereka.
Orang Benar (Menyukai dan Merenungkan Firman Tuhan)
tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (ay. 1)
kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (ay. 2)
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (ay. 3)
Tuhan mengenal jalan orang benar
Orang Fasik
berdiri di jalan orang berdosa (ay. 1)
duduk dalam kumpulan pencemooh (ay. 1)
mereka seperti sekam yang ditiupkan angin (ay. 4)
tidak akan tahan dalam penghakiman dan tidak tahan dalam perkumpulan orang benar (ay. 5)
jalan orang fasik menuju kebinasaan (ay. 6)
Perenungan Pribadi tentang Pentingnya Firman Tuhan
Mazmur ini menjadi dasar bagi saya untuk merenungkan bahwa saya adalah seorang yang sangat memerlukan firman Tuhan. Sebagaimana rapuhnya kehidupan orang fasik tanpa relasi dengan firman Tuhan, demikian pula dengan saya. Oleh karena itu, saya akan terus berkomitmen untuk dekat dan mencintai firman Tuhan, dan menjalani hidup benar di dalam Tuhan, melalui disiplin rohani membaca Alkitab, dan membagikan perenungan kepada orang di sekitar saya. Saya pun turut mengajak kita semua, untuk hidup dekat dengan firman Tuhan melalui disiplin membaca, merenungkan dan membagikan firman Tuhan setiap hari.



Comments